fanfict inspired by cindy gulla

Apa pun kulakukan


   “cindy, cindy, gua di depan nih, cepat keluar donk !” ucapku sambil berteriak didepan rumahnya. “ia dan, santai aja napa ? kagak usah sewot gitu !” ucap cindy seraya keluar dari rumahnya. “lah sepeda kamu mana cin ?” “ah males aku mau di bonceng aja, capek tau!” “yaudah deh !” dasar cindy sifatnya yang kekanak-kanakan.
    Dandi ramadhan itulah namaku. aku tinggal disebuah komplek perumahan yang cukup menengah didaerah jakarta. Dan Aku mempunyai seorang sahabat bernama cindy, cindy itu orang nya cantik, stylis dan senyumnya itu manis seperti gulla, tapi sifat dia itu masih kekanak-kanakan. Cindy dan aku sudah bersahabat sejak kecil, hal ini lah yang membuat tak ada lagi jarak antara kami. Namun aku punya perasaan lebih padanya.
------
   Pagi ini aku dan cindy akan bersepeda keliling komplek. Hal biasa yang sering kami lakukan bersama. “cindy gua capek nih, elunya sih berat amat!” “eee lu laki apa bukan sih, masak bawa gua aja kagak sanggup” cindy pun mulai meracau tak jelas, membuatnya keliatan semakin cantik. “kita kemana ni hari ?” tanyaku pada cindy “gimana kalau ke taman !” “ok ayuk!” aku merasa bahagia, orang yang aku cinta duduk dibelakangku sambil memelukku.
    
       “cin udah nyampek ni!” “gendong !!” kata cindy dengan nada manja. “Hahaha” aku tertawa dan berlalu meninggalkannya. Sejak kecil kami selalu ke taman ini, taman ini sudah menyimpan banyak memory tentang kami. jika kami merasa sedih atau bosan kami pasti berada ditempat ini. Aku selalu menceritakan apapun yang terjadi pada cindy sebaliknya juga cindy, tapi ada satu hal yang tak kuceritakan padanya. Itu tentang perasaan ku padanya. Entah kenapa sulit rasanya menuturkan kata kata itu padahal hanya sekedar “aku cinta kamu” atau “i love you” bodohnya aku.
    
        Hari sudah siang aku pun mengajak cindy untuk pulang. Diperjalanan pulang cindy melihat seorang pria. “dandi stop dulu, bantuin gua kenalan sama pria itu donk !” daaaaaarrr suara sambaran petir yang terdengar dihatiku ketika cindy mengatakan itu. Aku merenung sejenak ‘apa yang harus aku lakukan, jika ku menolak permintaan nya pasti cindy akan marah jika aku menuruti nya hati ini tak sanggup baiklah, akan kulakukan asal cindy bahagia’ cindypun menepuk pundakku”ayo lah dan, bantuin gua !” “ok sipp nyonya” dengan hati yang sakit aku melakukan hal itu semata-mata hanya ingin cindy senang.
          
         “hey boleh kenalan gak nih ? nama lo sapa ? gua dandi !” kataku memulai percakapan “ eh boleh kok, nama gua ilham, salam kenal dandi” percakapan mulai panjang dan tak lupa juga aku memperkenalkan cindy padanya “cin sini donk katanya mau kenalan” ucapku memanggil cindy. “ini kenalin namanya ilham”. “ilham !” ucapnya sambil menjulurkan tangan, cindy meraih tangan itu dan berkata “aku cindy !” uh rasanya itu nyesek.
    
         Sejak kejadian itu cindy dan ilham semakin dekat. Aku tak berpikir mereka akan sedekat ini sampai suatu ketika aku mulai memberanikan diri untuk menyatakan cinta pada cindy, saat aku menemuinya dia sedang bersama ilham, sakit hati ini tapi aku hanya bisa tersenyum dan kembali pulang dengan membawa semua harapan. Semakin hari aku kian tersisihkan dari kehidupan cindy entah bagaimana dia bisa berubah secepat ini. Apa dia lupa sama aku.
------
     Aku ingin menemui ilham dan menanyakan semuanya “ham ada hubungan apa lo ama cindy” “kami pacaran dan” sejenak aku terdiam dengan semua ini, aku terlambat aku gagal tapi nasi sudah jadi bubur “oh jadi gitu ya gua Cuma minta tolong buat jagain cindy, gua percaya ama elo, tapi sekali aja lo buat dia sedih, liat aja ntar !” “ia dan loe woles aja !, gua akan buat dia bahagia kok gua cinta ama dia !”. Hari demi hari terus berjalan mereka pun semakin tak dapat terpisahkan. hati ku sangat hancur, tak tahu apa lagi yang harus kulakukan. Andai saja waktu dapat di ulang aku pasti tak akan mau berkenalan dengan dia. Semua telah terjadi.
-------
    
       Hari ini aku pergi kerumah nya cindy, ya seperti biasa. Tapi Ketika aku sampai dirumahnya aku mendapati cindy sedang menangis. “cin lo kenapa ? ilham buat loe sakit hati ! dimana dia ? biar gua hajar, berani banget buat lo nangis!” kata-kata keluar dari mulutku secara spontan karna tak terima cindy menangis “dan bukan gitu, tapi, tapi ilham masuk rumah sakit !” jawab cindy dengan tangisan yang makin meluap !”emg dia kenapa ?” “aku juga gak tahu ? “yaudah sekarang kita kesana ya cin !” ucapku kepada cindy dan cindy hanya mengangguk pasrah.
   
           Sesampainya di rumah sakit aku dan cindy langsung menuju ke ruang gawat darurat. Kami menunggu dokter keluar. Berjam-jam kami menunggu akhirnya dokter pun  keluar. “dok gimana ?” tanya cindy cepat. “ilham harus menjalani transplantasi hati !”kata dokter dengan tegas. Cindy terduduk dengan tatapan kosong, tubuhnya gemetar tiba-tiba cindy berdiri dan berteriak. Dengan sigap aku memeluknya “cin jangan gini donk, kalau lo gini ilham pasti sedih” “tapi ilham dan, ilham dan” cindy menangis di pelukanku, isak tangisnya sangat membuatku takut dan sedih. Mungkin ini saat yang tepat.

    Aku memegang kepalanya dan menghapus air matanya lalu aku berkata “cin gua cinta ama elo, udah lama gua pendam rasa ini, mungkin gua salah mengatakannya pada saat ini dan kali ini gua akan buktikan cinta gua ke elo, gua akan donorkan hati gua buat ilham !” “lo cinta gua dan tapi jangan bersikap bodoh lah ! gak ada sahabt yang seperti lo” “cin dengarkan gua semua ini gua lakukan karna lo cin, gua cinta ama elo, gua Cuma berharap dengan gua mendonorkan hati ini ilham bisa selamat dan elo bahagia bersamanya, Cuma itu !” “tapi dan !” “udah tenang aja !” cindy akhirnya menyetujuinya dengan berat hati.
    Sebelum aku dibawa ke ruang operasi aku sempat mengatakan sesuatu kepada cindy .
“cin aku cinta ama kamu, aku akan lakukan apapun asal kamu bahagia begitu pula yang aku lakukan saat ini, meskipun harus mengorban nyawa akan aku lakukan, dan jangan pernah sekali kali kamu menangis karna aku, karna itu hanya akan membuat hati ini sakit. Tolong jaga hati aku ya cin, aku cinta kamu cinta,cinta,cinta ! masih banyak yang ingin ku katakan, tapi biarkan lah hati ini yang berkata suatu saat nanti ! i love you cindy !.”
------
   Akhirnya dandi pun telah pergi untuk selamanya, kenangan dandi akan terus ada di hati mereka. Dan sampai kapanpun dandi akan terus ada diantara mereka.
    SELESAI


(created by ilham syahputra/@ilhamsyhputra – inspired of cindy)

Posting Komentar